CLICK HERE FOR FREE BLOGGER TEMPLATES, LINK BUTTONS AND MORE! »

Jumat, 22 Februari 2013

cara agar menyukai dan disukai

Cara Agar Menyukai dan Disukai



Saya akan mencoba sedikit berbagi mengenai hal-hal yang berbau psikologi. Kebetulan saya senang mendalami psikologi walau lagi-lagi saya tidak memiliki background psikologi sama sekali. Ini saya pelajari dari sebuah buku bestseller karangan pakar internasional di bidang perilaku manusia dan termasuk salah satu penceramah dan konsultan yang paling banyak dicari, David J. Lieberman, Ph.D. Bukunya berjudul Get Anyone to Do Anything : Never Feel Powerless, with Psychological Secrets to Control and Influence. Saya membeli buku ini tahun 2011. Pada saat itu buku ini sudah mencapai cetakan yang ke-15. Entah sekarang.
Mungkin saya akan menuliskannya secara berkala. Pada sesi ini saya akan menjelaskan tentang bagaimana rasa suka itu terbentuk. Suka disini bukan dalam artian kepada lawan jenis saja. Tapi lebih kepada ketertarikan seseorang terhadap orang lain dalam hal bergaul atau berinteraksi. Bahkan lebih dari itu. 

Perasaan suka atau tidak suka kita pada seseorang muncul melalui serangkaian proses yang sebagian besar terjadi di alam bawah sadar kita. Tidak muncul secara kebetulan. Namun, karena kita tidak menyadari prosesnya, maka perasaan itu seolah-olah muncul tanpa banyak sebab dan alasan. 
Penelitian menunjukkan bahwa rasa suka kita terhadap seseorang bisa memengaruhi pandangan kita tentang seberapa menarik fisik orang itu, dan bahwa kita cenderung lebih menyukai seseorang yang kita anggap menarik. Jadi dimisalkan, kita merasa nyaman dan suka berada di dekat seseorang karena kemampuannya dalam mendengarkan kita, maka penilaian kita terhadap hal lain pada dirinya (misal: fisik) akan berubah pula. Kita akan menganggap ia tetap lebih menarik daripada orang lain. 
Jika kita ingin disukai orang lain, bicaralah dengannya ketika suasana hatinya sedang baik atau ketika ia sedang senang atau gembira akan sesuatu. Perasaan-perasaan itu akan ia tularkan pada kita, dan ia akan memandang kita baik. Penelitian menyimpulkan bahwa, misalnya, kita sedang menjalani liburan, kita akan menularkan rasa senang kita kepada siapapun yang ada di sekitar kita, dan berikutnya kita akan lebih menyukai mereka. Pun sebaliknya, ketika kita sakit perut, misalnya, orang-orang di sekitar kita akan menjadi korban tak disengaja dari keadaan tersebut, dan kita akan cenderung kurang menyukai mereka.
Ini cara mengetahui suasana hati seseorang:

  • Jika suasana hatinya sedang baik maka ia akan menyapa kita dengan senyuman yang melibatkan semua bagian pada wajahnya. Sebaliknya jika ia menunjukkan senyuman yang tipis, ini menunjukkan adanya paksaan dan biasanya ia sedang dalam kondisi yang tidak baik.

  • Ketika suasana hati seseorang sedang baik, ia akan cenderung melihat wajah kita ketika sedang berbicara. Namun jika suasana hatinya sedang tidak baik, ia akan mengalihkan pandangannya ke tempat-tempat lain walaupun ia sedang berbicara dengan kita.

Sering menampakkan diri di depan orang yang kita inginkan ia menyukai kita juga cara yang ampuh. Menurut Moreland dan Zaonc (1982), keseringan penampakan diri menimbulkan apresiasi dan rasa suka yang lebih besar (asalkan reaksi awalnya tidak negatif). Hal ini berlaku untuk apa saja: orang, tempat, ataupun produk. Semakin sering muncul, semakin positif tanggapan terhadapnya. Jadi jika kita ingin disukai oleh seseorang, cobalah sesering mungkin ada di sekelilingnya. Terkadang sok misterius itu tidak baik bagi pergaulan. 
Banyak penelitian yang membuktikan bahwa kita cenderung lebih menyukai orang-orang yang menyukai kita. Ketika kita mengetahui bahwa seseorang memandang kita baik, kita secara tak sadar terdorong untuk memandang orang itu menyenangkan. Oleh karena itu, jika kita benar-benar ingin disukai dan dihormati sesorang, kita harus menunjukkan kepadanya bahwa kita menyukai dan menghormatinya.
Lalu bagaimana kasusnya dengan orang yang tidak menyukai kita? Berbagai penelitian menyimpulkan bahwa jika sesorang pada awalnya tidak menyukai kita, dia pada akhirnya akan lebih menyukai kita daripada jika dia telah menyukai kita sejak awal. Disukai perlahan-lahan jauh lebih efektif darpada serta-merta dianggap yang terbaik. 
Tidak benar bahwa hal-hal yang berlawanan itu menarik. Kita sebenarnya lebih menyukai orang-orang yang punya kesamaan atau satu minat dengan kita. Karena sesungguhnya persamaan dan kebersamaanlah yang menghasilkan rasa saling suka. Ketika kita bicara dengannya, bicarakan sesuatu yang sama-sama kita sukai atau sesuatu yang sama-sama kita miliki. 
Prinsip “teman seperjuangan” lah yang pantas mendasari persamaan dan kebersamaan itu. Pada dasarnya, orang-orang yang sama-sama menjalani situasi hidup tak menentu cenderung menjalin ikatan yang mendalam. Contohnya para tentara di peperangan. Begitu pula dengan orang-orang yang memiliki pengalaman yang sama namun tidak menjalankannya secara bersama-sama. Itulah sebabnya mengapa dua orang yang tak pernah bertemu tapi memiliki pengalaman yang sama bisa seketika menjadi dekat. Kesadaran bahwa “dia memahami saya”-lah yang membangkitkan kedekatan itu. Pengalaman-pengalaman mendalam kita bisa turut membentuk kita menjadi siapa diri kita hari ini. Karenanya, orang lain yang sepengalaman kita anggap dapat “mengerti dan memahami” kita sepenuhnya.
Bagaimana cara menarik simpati orang? Jawabannya simpel, dengan membuatnya merasa nyaman. Pernahkah kita merasakan betapa resahnya menghabiskan waktu lima menit saja bersama orang yang uring-uringan, jutek, dan suka mencela? Sebaliknya, pernahkah kita rasakan betapa senangnya berada di dekat orang yang penuh pengertian, tulus, baik hati, hangat, dan murah senyum? Buatlah diri orang lain senyaman mungkin berada di dekat kita.
Percakapan mungkin akan lebih positif dan menyenangkan jika kedua belah pihak “saling sesuai”. Sama halnya dengan kita lebih menyukai orang yang seminat, juga lebih menyukai orang yang berpenampilan seperti kita. Penyesuaian diri menciptakan kepercayaan. Ada dua tips dalam menciptakan dan membangun komunikasi:

  • Menyesuaikan sikap dan gerak tubuh.  Misalnya saat ia memasukkan tangannya ke dalam saku, cobalah lakukan gerakan yang sama. Maka ia akan merasa sepaham dengan kita.

  • Menyesuaikan gaya bicara. Jika dia berbicara dengan nada rendah dan santai, lakukan hal yang sama. Jika ia berbicara dengan cepat, maka ikutilah bicara dengan cepat.

Ketika kita melukai orang lain, baik secara sengaja maupun tidak, secara tak sadar kita terdorong untuk tidak menyukainya. Menurut teori kognitif yang berlaku, ini merupakan upaya untuk mengurangi pertentangan batin. Begitu pun sebaliknya, kita akan lebih menyukai seseorang setelah kita berbuat baik padanya. Tapi jangan terlalu memaksakan agar kita yang berlaku baik pada orang itu. Karena yang kita inginkan yaitu membuat dia suka dengan kita, bukan untuk membuktikan bahwa kita adalah orang yang baik. Buatlah ia melakukan sesuatu untuk kita. Mintai sedikit bantuan. Maka ia akan merasa dibutuhkan oleh kita.
Melihat orang yang kita kagumi melakukan tindakan konyol atau gila akan membuat kita lebih menyukainya (Aronson, Willerman, dan Floyd, 1966). Bila kita lebih ingin disukai, jangan berpura-pura bahwa kita tidak pernah berlaku konyol dan gila. Humor yang mencela diri sendiri adalah cara ampuh untuk mengambil hati siapapun. Jika kita menunjukkan pada pada orang lain bahwa kita tidak terlalu menjaga penampilan, hal itu akan membuat mereka merasa lebih dekat dengan kita dan ingin berada di sekitar kita. 
Kita cenderung menyukai orang yang percaya diri, tetapi kita tahu bahwa orang yang percaya diri tidaklah perlu memamerkan kepada dunia betapa hebatnya dia, tapi membiarkan dunia tahu dengan sendirinya. Orang yang percaya diri dan bernyali tinggi adalah orang yang mudah tertawa atas kesalahannya sendiri dan tidak takut membiarkan orang tahu bahwa dia hanyalah manusia biasa. Biasanya orang-orang seperti inilah yang banyak disukai orang.
Tak seorang pun ingin berada di sekitar orang yang pemurung serta mudah depresi dan pesimis. Kita semua mencari, menyukai, dan mengagumi orang yang berpandangan dan berwawasan positif tentang kehidupan. Mengapa? Karena kita semua ingin menjadi sosok seperti itu. Kita tertarik pada orang yang antusias, bergairah, periang, dan aktif.
Nah, sampai disini dulu saya menulis apa-apa yang saya tangkap. Lain kali akan saya lanjutkan ke tingkatan yang lebih tinggi lagi daripada sekedar cara meyukai dan disukai orang lain. Semoga bermanfaat untuk kita semua. Semoga dapat diterapkan secara nyata di kehidupan kita ya. Sehingga kita dapat menjadi orang yang membawa kepositifan bagi kehidupan orang-orang disekitar kita. Aamiin :)
sumber : http://putrisudrajat.blogspot.com/2012/11/based-on-psychology-cara-agar-menyukai.html

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar