CLICK HERE FOR FREE BLOGGER TEMPLATES, LINK BUTTONS AND MORE! »

Selasa, 08 Oktober 2013

Sabun Toilet Umum Lebih Kotor dari Air WC



Semua orang seharusnya mencuci tangan mereka setelah menggunakan kamar kecil, bukan? Namun, sebuah tim dari para ilmuwan mengatakan praktik mencuci tangan itu mungkin tidak sebersih yang kita pikirkan – itu dikarenakan 25 persen sabun tangan di toilet umum mungkin kotor – bahkan lebih terkontaminasi dibanding air toilet.

The Cleveland Plain Dealer melaporkan bahwa pakar mikrobiologi di GOJO Industries mengatakan bahwa sabun yang terkontaminasi sering kali mengandung banyak kotoran yang membuat tangan Anda lebih kotor dibanding sebelum Anda membersihkannya. GOJO mengatakan ada begitu banyak bakteri dalam sabun itu yang bisa menyebar saat bersentuhan dengan tangan sehingga bisa menimbulkan muntah-muntah, demam, diare atau sakit mata.


“Itu menjijikan,” ujar profesor Charles P. Gerba dari University of Arizona tentang studi GOJO, yang dipublikasikan dalam Journal of Environmental Health. “Kami tidak menemukan bentuk kehidupan baru apa pun, namun kami menemukan banyak bakteri koliform. Saya tidak pernah membayangkan ada begitu banyak bakteri dalam sabun.

Gerba mengatakan bahwa salah satu pemasok sabun yang dianalisis dalam studi itu memiliki 30 galon tangki berisi sabun yang “di bagian dasarnya merupakan lendir setebal 1,2 sentimeter.”

Tentu saja, sebagai penemu cairan pembersih tangan Purell, GOJO mempertaruhkan kelangsungan hidup perusahaan mereka. Studi mereka, sebagai bagian dari upaya untuk kampanye mengakhiri penggunaan dispenser sabun. Karena menurut penelitian tersebut bakteri berkembang saat wadah sabun diisi ulang. Perusahaan itu menyarankan toilet umum seharusnya menggunakan dispenser sabun tertutup yang terbukti mencegah kontaminasi bakteri.

Namun, Nicole Koharik, direktur pemasaran dan kelangsungan global perusahaan itu, mengatakan hal itu dilakukan untuk mengubah standar industri bukan motivasi laba semata bagi perusahaannya. “GOJO bukanlah satu-satunya produsen sistem (sabun) tertutup,” kata Koharik dalam surat kabar itu. “Ini akan membantu mendorong penjualan bagi para pesaing kami juga, dan kami tidak ada masalah dengan hal itu. Ini tentang mendorong perubahan.”

Demi studi mereka, para peneliti GOJO menguji lebih dari 500 contoh sabun yang dikumpulkan dari toilet publik di gym, restoran dan toko-toko retail di Atlanta, Boston, Dallas, Los Angeles dan Columbus, Ohio.
Gojo mengatakan wadah yang terkontaminasi mengandung sekitar 1.000 kali dari level bakteri yang direkomendasikan berdasarkan standar industri.

Berdasarkan hasil dari studi ilmuwan mikrobiologi GOJO Dave Shumaker mengatakan satu orang bisa meninggalkan toilet dengan 25 kali bakteri lebih banyak di tangan mereka dibanding sebelum mereka masuk.

Bahkan yang lebih mencengangkan, studi itu menemukan bahwa upaya untuk membersihkan dispenser sabun, bahkan dengan menggunakan pemutih, tidak membuat sedikit perbedaan sama sekali. “Dalam dua pekan, sabun di dalam dispenser itu terkontaminasi sama seperti sebelum dibersihkan,” ujar Shumaker.
“Anda bisa memakai toilet umum dan keluar lebih kotor dari kondisi Anda sebelumnya,” tuturnya kepada Plain Dealer

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar