CLICK HERE FOR FREE BLOGGER TEMPLATES, LINK BUTTONS AND MORE! »

Minggu, 13 Januari 2013

4 ciri teman palsu dan teman sejati


Empat Macam teman palsu:
Mereka yang mengajak berkawan untuk tujuan menipu (1), mereka yang hanya manis di mulut saja (2), mereka yang memuji-muji dan membujuk (3), mereka yang mendorong seseorang untuk menuju ke jalan yang membawa pada kerugian dan kehancuran (4).
Empat macam orang-orang ini, bukanlah teman-teman sejati; mereka adalah teman-teman palsu, dan seorang janganlah bergaul dengan mereka.
(Digha Nikaya (Pali) jilid 3, hal 186) 

  • Mereka yang mengajak kawan untuk tujuan menipu mempunyai empat ciri:
    1. Mereka hanya memikirkan tentang apa yang akan mereka peroleh dalam persahabatan dengan kita.
    2. Mereka memberi sedikit dan berpikir bagaimana untuk memperoleh banyak.
    3. Apabila mereka berada di dalam bahaya, mereka akan melakukan hal-hal bagi kita (sehingga memperkokoh persahabatan dan saling melindungi).
    4. Mereka bergaul dengan kita hanya karena mereka tahu bahwa pergaulan itu memberikan keuntungan kepada mereka.

  • Mereka yang hanya manis dimulut saja mempunyai empat ciri:
  1. Mereka selalu membicarakan hal-hal yang telah lampau dan tidak berguna.
  2. Mereka cenderung membicarakan hal-hal yang belum terjadi.
  3. Mereka membantu mengerjakan hal-hal yang tidak berguna.
  4. Apabila diminta untuk membantu, mereka selalu mengatakan tidak dapat membantu (dengan bermacam-macam alasan untuk menghindari).
  • Mereka yang memuji-muji dan membujuk, mempunyai empat ciri:
  1. Jika kita berbuat jahat, mereka akan setuju dan membenarkannya.
  2. Jika kita tidak berbuat baik, mereka akan setuju dan membenarkannya.
  3. Di hadapan kita, mereka akan memuji-muji kita.
  4. Di belakang kita, mereka akan mencel kita.

  • Mereka yang mendorong seseorang untuk menuju ke jalan yang membawa pada kerugian dan kehancuran, mempunyai empat ciri:
  1. Mereka mengajak kita untuk minum-minuman yang memabukkan.
  2. Mereka mengajak kita berkeliaran di malam hari.
  3. Mereka membuat kita melekat untuk mengejar kesenangan-kesenangan.
  4. Mereka membuat kita untuk menjadi seorang penjudi.

Empat macam teman sejati:
Seorang teman yang mampu membantu di dalam berbagai cara (1), seorang teman yang mempunyai rasa simpatik baik di dalam sukha maupun dukkha (2), seorang teman yang memperkenalkan kita pada hal-hal yang berguna (3), seorang teman yang memiliki perasaan persahabatan (4).
Empat macam orang-orang ini adalah teman-teman sejati, dan seorang seharusnya bergaul dengan mereka:
Digha Nikaya (Pali) jilid 3, hal. 187 
  • Seorang teman yang mampu membantu di dalam berbagai cara, mempunyai empat ciri:
  1. Ia melindungi seorang kawannya yang lengah.
  2. Ia melindungin harta kekayaaan seorang kawan yang lengah.
  3. Apabila ada bahaya ia dapat memberikan perlindungan.
  4. Apabila ada suatu pekerjaan yang akan dilakukan, ia membantu dengan menawarkan lebih banyak bantuan daripada yang diminta.
  • Seorang teman yang mempunyai rasa simpatik baik di dalam sukha maupun dukkha, mempunyai empat ciri:
    1. Ia membuka hal-hal rahasia mengenai dirinya kepada kawannya.
    2. Ia menjaga rahasia kawannya, tidak membiarkan mereka bocor.
    3. Ia tidak meninggalkan kawannya pada saat mengalami banyak kesukaran.
    4. Ia mungkin bahkan mengorbankan hidupnya demi kawannya.

  • Seorang teman yang memperkenalkan kita pada hal-hal yang berguna, mempunyai empat ciri:
  1. Ia mencegah kita untuk berbuat jahat.
  2. Ia menganjurkan kita untuk berbuat hal-hal yang baik.
  3. Ia memberitahukan kita kepada hal-hal yang belum pernah kita dengar sebelumnya.
  4. Ia memberitahukan kepada kita metoda untuk mencapai alam-alam kebahagiaan.
  • Seorang teman yang memiliki perasaan persahabatan, mempunyai empat ciri:
  1. Ia ikut merasakan dukkha, apabila kawannya menderita.
  2. Ia ikut merasakan sukha, apabila kawannya berbahagia.
  3. Ia menghadapi mereka yang mencela kawannya.
  4. Ia membenarkan mereka yang memuji kawannya.

 Dalam Mangala Sutta, Buddha bersabda:
Tak bergaul dengan orang jahat, bergaul dengan orang baik; menghormati yang patut dihormati; itulah Berkah Utama.
(Oleh Skhemo Mahathera, M.A)
Sumber Navakovada


Tidak ada komentar:

Poskan Komentar